Lampu Jalan Tak Berpungsi, Warga Pertanyakan Iuran PPJ

0
77

Kepahiang, TerasNusantara.com – Warga Kabupaten Kepahiang, khususnya di Kecamatan Muara Kemumu mempertanyakan minimnya penerangan lampu jalan di wilayah mereka, padahal sebagaimana diketahui, 10 persen dari jumlah iuran listrik merupakan iuran Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Seperti yang diutarakan Nasution (45) warga desa Batu Bandung Kecamatan Muara Kemumu, jumat (04/7/2019). Kepada media ini, ia menjelaskan bahwa pada awalnya dirinya tidak tahu mengenai PPJ tersebut. Namun, setelah bertanya kepada pegawai di kantor PLN beberapa waktu lalu, dijelaskannya bahwa ada iuran PPJ setiap kali membayar tagihan listrik.

“Yang menjadi pertanyaan kami, kami bayar setiap bulan. Tapi, penerangan jalan di Kepahiang belum seluruhnya. Dak usah jauh-jauh, jalan poros Batu kalung, Batu Bandung, Sosokan Tabah, Sosokan Baru Bae gelap karena lampu jalan tidak berpungsi (Alias Mati Suri red), mulai dari tahun 2016 hingga sekarang, Cak mano yang di dusun-dusun,” tukasnya.

Atas itulah, ia juga merasa pembayaran PPJ setiap bulannya hanya menjadi beban dirinya dan warga Kepahiang yang lain, tetapi hak dirinya tidak pernah dapat. “Lalu balik kemana duit PPJ kami setiap bulan ini. Sementara, lampu jalan bae belum seluruhnya dipasang. Ado jugo cuma tiang bae, ado jugo tiang Samo lampu ado, tetapi Idak hidup,” ungkapnya dengan nada kesal.

Menanggapi hal itu, salah satu Petugas PLN Kepahiang Tim Penagih Rekening yang mengaku bahwa memang benar setiap bulannya warga dibebankan iuran PPJ 10% dari jumlah iuran listrik mereka setiap bulan.

Namun, ia menjelaskan bahwa pihaknya dalam hal ini hanya sekedar tempat penampungan iuran PPJ saja.

“Uang PPJ itu kami setor ke Pemda, karena memang untuk urusan lampu jalan sudah menjadi urusan Pemkab Kepahiang. Jadi coba bapak tanya langsung sama pihak terkait,” singkatnya ketika dihubungi TerasNusantara.com melalui telepon.(Aca)

Pewarta : Tarmizi
Editor :
Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here