Wapres Sindir Kepala Daerah Yang Sering Ke Luar Negeri

0
37

Jakarta, TerasNusantara.com- Cerita kepala daerah pergi studi banding ke luar negeri sering didengar. Hal ini membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara (JK) meminta kebiasaan seperti itu harus segera disudahi.

Kepada siapa sindiran ini dilayangkan? Wapres tidak menyebut secara spesifik kepala daerah yang dimaksudnya.

Jusuf Kalla meminta kepala daerah sebaiknya untuk tidak jauh-jauh untuk melakukan studi banding ke luar negeri. Wapres meminta daerah yang baik di Indonesia bisa jadi percontohan studi banding daerah lainnya.

“Jadi hanya studi banding ke kota-kota lain, Surabaya bersih, atau Tangerang baik, ya studi banding ke situ. Nggak usah pergi ke Singapura terlalu jauh, dan lebih murah kalau studi banding yang ke situ,” ujar JK saat membuka peresmian pembukaan Rating Kota Cerdas Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019).

JK menekankan studi banding tak perlu ke luar negeri. Sebab, lanjutnya, yang paling penting adalah implementasi di lapangan.

Politikus senior Golkar ini meminta para kepala daerah saling belajar satu sama lain dan berkolaborasi.

“Jangan hanya kita studi banding ke Singapura, ke Tokyo atau ke mana saja. Tapi melaksanakannya dengan baik,” jelas JK.

Wapres juga berpesan kepada wali kota dan bupati untuk bekerja dengan cerdas. Menurutnya, keberhasilan suatu daerah bisa diukur dari kecerdasan dan ketegasan pemimpinnya.

“Untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang tinggi. Maka layanan harus lebih cepat dan lebih baik. Maka pemakaian teknologi tidak bisa dihindarkan dan harus diadakan. Untuk mempercepat hal tersebut. Itulah yang kita sebut nanti kota cerdas. Sebenarnya bukan kota cerdas, yang penting wali kota cerdas,” kata Wapres

JK mencontohkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam mengelola kotanya. Dia menilai Risma sebagai sosok yang cerdas, tegas, dan pekerja keras.

“Jadi Semuanya tergantung kecerdasan wali kota dan bupati. Mau punya, mau beli macam-macam, operasi macam-macam. Kalau bupati tidak cerdas atau tidak kuat memakainya. Seperti wali kota Surabaya, di samping cerdas juga keras. Ibu Risma, sakit-sakit pun datang ke sini, saya terima kasih sekali lagi,” kata JK.(Dodi Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here