Pemkab Bangun Infrastruktur Daerah dari Uang Hasil Ngutang.?

0
98

Kepahiang, TerasNusantara.com
Pemerintah Kabupaten Kepahiang melakukan pinjaman daerah kepada pihak PT. SMI dengan Bunga hutang yang harus di tanggung pertahunnya sebesar 7,9 %, Uang yang diperoleh dari hasil pinjaman Ke pihak Perusahaan tersebut di gunakan untuk pekerjaan beberapa paket pembangunan proyek sarana dan prasarana infrastruktur.

Hutang yang akan di lakukan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Kepahiang ke pihak PT SMI sebesar Rp 59 miliar dengan suku bunga sebesar 7,9 % setiap tahunnya, maka dalam estimasi sampai Tahun 2021 Pemerintah harus bayar lebih dari 10 miliar kepada perusahan.

Dalam acara diskusi yang diselenggarakan Pemkab kepahiang dan unsur Muspida bersama anggota pengurus Lsm serta beberapa rekan-rekan media pada tanggal 11 Juni 2019 lalu.

Didepan para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut, Bupati Kabupaten Kepahiang Hidayatullah Syahid menjelaskan,“ bahwa Pinjaman ke pihak PT. SMI tersebut sudah melewati mekanisme yang begitu rumit selama kurun waktu tiga tahun lamanya yang dimulai sejak tahun 2016 lalu”.

Bupati Kepahiang juga “mengatakan bahwa Penggunaan uang tersebut akan di hitung 3 tahun ke depan semenjak di Realisasikan Pinjaman, perlu untuk di ketahui masyarakat yang ada di kabupaten Kepahiang bahwa dipinjam dana ke pihak PT. SMI tanpa adanya jaminan yang diberikan kepada pihak Perusahaan pemberi pinjaman, kerena SMI tidak seperti Finance atau Bank lain pada umumnya”. kata bupati

lanjut Hidayatullah Sjahid “PT.SMI adalah sebuah perusahaan BUMN yang 100 % sahamnya dimiliki kementerian Keuangan, dana yang sudah dipinjamankan sebesar Rp 59 Miliar akan digunakan untuk mendanai beberapa paket Pembangunan infrastruktur daerah diantaranya untuk dana proyek Peningkatan jalan eks KTNA-Barat Wetan, Paket Proyek pembangunan jalan Desa Sosokan Cinta Mandi-Langgar Jaya-Damar Kencana, dan Paket pekerjaan Pembangunan jalan Desa Renah Kurung-Batu Bandung-Bandung Jaya-Simpang Air les.

Namun belakangan ini sempat beredar isu miring yang beredar dimasyarakat luas serta sempat mengejutkan publi. “terkait gagalnya rencana pekerjaan Pembangunan jalan Desa Renah Kurung-Batu Bandung-Bandung Jaya-Simpang Air les”.

Sementara itu ditempat Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Front Pembela Rakyat Bengkulu (ORMAS FPR Bengkulu), ketika dimintai tanggapan atas Kebijakan yang dilakukan Pemkab kepahiang’

kepada Wartawan “mengatakan Semestinya Bapak Bupati Kepahiang dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang terhormat, menganalisa serta dan mempertimbangkan sebelum mengambil langkah dan kebijakan yang dianggap mereka adalah sebuah solusi terbaik.

Suku Bunga sebesar 7.9% setiap tahunnya wajib di keluarkan untuk membayar hutang Kepada Pihak PT. SMI cukup lumayan besar.

Kerena jika ditotalkan uang daerah berkisar kurang lebih sebesar Rp.11 Miliar terkesan sangat mubazir. yang hanya untuk di gunakan sebagai pembayaran bunga hutang terhadap PT.SMI saja”, Tutupnya (RM2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here