Sulit Dapatkan Pemimpin Daerah yang Bermutu dan Berkwalitas.?

0
154

Oleh : Rustam Ependi

BENGKULU, TerasNusantara.Com- Mencari kepala daerah yang bermutu dan berkwalitas sama sulitnya dengan menemukan barang berkualitas di pasar loak. Dimasa-masa kampanye, para paslon benar-benar terlihat sempurna tanpa cela, begitulah Kita berada di zaman pencitraan. Tak bisa kita pungkiri, bahwa menunjukan citra yang baik pada masyarakat memang harus dilakukan para calon pemimpin untuk meyakinkan masyarakat agar memilih dirinya tanpa keraguan sedikit pun. Ditambah lagi dengan beragam janji-janji manis yang dapat membuai rakyat untuk mempengaruhi hak suara mereka.

Tetapi, jika kita ingin pemimpin yang berkualitas dan mampu mengabdi pada rakyat. Maka kita semua harus cerdas dalam memilih. Menjadi pemilih cerdas itu harus agar terpilihnya pemimpin yang berkualitas. Kita harus mampu membedakan mana calon pemimpin yang sengaja memoles dirinya dengan citra yang baik dan mana calon pemimpin sejati yang siap mengabdikan diri untuk Negeri.

Selama ini Kesan yang muncul dan berhasil ditangkap oleh publik, orang yang diusung partai politik menjadi calon kepala daerah adalah mereka yang punya modal berlimpah, serta mereka yang dekat dengan para elite petinggi partai.

Sedangkan, kedekatan dengan petinggi dan elite partai sudah menjadi suatu hal yang mesti bagi para mereka dalam upaya mendapatkan restu pencalonan dalam kontestasi pilkada. Tabiat lama ini sebaiknya segera di tinggalkan oleh partai politik. Setidaknya, pembaharuan regulasi pilkada terkini, sedang berusaha “menyadarkan” partai, bahwa pemilihan bakal calon kepala daerah tak mesti lagi orang yang memiliki banyak uang.

Partai politik mesti berbenah, khusus dalam hal pengajuan bakal calon kepala daerah. Jangan lagi, publik dipaksa “membeli kucing dalam karung” dengan mengusung bakal calon kepala daerah yang tidak jelas alasan dan indikator pengusungannya. Membangun dan melaksanakan mekanisme penjaringan bakal calon yang terbuka dan demokratis. Kalau pun tidak melalui sebuah proses seleksi, argumentasi yang jelas mengapa seseorang diusung menjadi calon kepala daerah oleh partai politik selama ini.

Peranan seorang kepala daerah di era otonomi dan desentralisasi ini sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat di suatu daerah dipimpinannya. Dengan otonomi, daerah punya kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Dan punya anggaran sendiri untuk dibelanjakan sesuai kebutuhan daerah

Dalam menentukan dan memilih Calon yang bakal memimpin didaerahnya untuk lima tahun kedepan. Masyarakat dituntut untuk berpikir dalam mentukan calon yang bakal di pilih, Karena masyarakat pemilih adalah para penentu nasib daerah ke depan.

Masyarakat harus sadarkan mereka para calon kendidit yang ikut berkontestasi bahwa posisi tawar masyarakat sebagai pemilih adalah sangat tinggi, bagi mereka calon kepala daerah. Kerna perlu diingat, setelah terpilih,Sang Kepala daerah seharusnya tidak boleh lagi dikendalikan oleh tim sukses dan partai politik pengusung, tetapi dikendalikan oleh rakyat. Seorang pemimpin, dalam hal ini gubernur, dan Bupati harus secara total mengabdi untuk rakyat,”

Beberapa aktivitas kampanye pasangan calon kepala daerah telah dibiayai negara. Ada empat item kampanye yang akan dibiayai oleh negara melalui APBD dengan bantuan APBN. Pertama, debat publik atau debat terbuka antar calon. Kedua, penyebaran bahan kampanye kepada umum. Ketiga, pemasangan alat peraga. Dan keempat, iklan di media massa cetak dan elektronik.

Keempat aktivitas kampanye ini adalah itempengeluaran yang paling besar dari setiap pasangan calon kepala daerah. Oleh sebab itu, maksud dari negara untuk membiayai empat item kampanye berbiaya mahal ini tentu dapat diartikan sebagai usaha untuk mengurangi beban dari calon kepala daerah dalam kontestasi pilkada.(Penulis adalah Ketua Lembaga FPR-Bengkulu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here