Konsorsium Gelar Aksi di Depan Gerbang Masuk PT. PMS

0
46

Benteng, TerasNusantara. Com
Konsorsium Nasional Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Provinsi Bengkulu, Rabu (14/08/2019) siang menggelar unjuk rasa di gerbang masuk PT. Palma Mas Sejati (PMS), Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).

Dalam aksi tersebut Korsesium soal dugaan pencemaran limbah asap sekaligus memprotes tetang perekrutan tenaga kerja, yang dinilai tidak memihak kepada warga sekitar.

“Hari ini penyampaian saja dan harapan kita ini semua harus ditindak lanjuti,” ujar Korlap I, Heru Saputra kepada media.

Lanjut Heru, Pemerintah Daerah seharusnya bisa mengambil langkah tegas kepada pihak pabrik, karena apa yang dilakukan pihak pabrik dinilai sudah melanggar kaedah tentang lingkungan.

“Semua ini ada kaedahnya. Baik itu tentang asap, sampah, limbah cair maupun bau-bauan. Bilamana tidak diindahkan maka akan berdampak kepada kesehatan lingkungan. Pemerintah harus tegas, bila perlu ditutup ya ditutup,” seruh Heru.
Berikut point-point yang tuntutan disampaikan Korsesium

  1. Mempertanyakan dan melaporkan adanya indikasi belum adanya Kebun Inti Plasma oleh PT. PMS.
  2. Meminta seluruh aktivitas PT. PMS dihentikan.

Dikordinir Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Provinsi Bengkulu Konsorsiun Nasional akan menggugat PT. PMS;

Kami akan menggugat seluruh instrumen PT. PMS terkait izin lingkungan yang menyebabkan pencemaran udara maupun air sungai berseri yang dianggap sudah melanggar HAM;

Akan merekomendasikan proses hukum ke pihak Kepolisian Daerah Bengkulu dari instrumen mulai dari :

a. Akan menggugat pemerintah setempat karena tidak ada tindakan terkait pencemaran yang dilakukan PT. PMS hingga mengakibatkan masyarakat terjangkit penyakit Ispa dan sesak napas.

b. Melaporkan tentang keberadaan PT. PMS yang telah merenggut hak-hak warga setempat.

Tidak hanya itu, selain menyuarakan tuntutan, aksi tersebut juga diwarnai aksi bagi-bagi masker tanda menolak pencemaran udara oleh PMS.

Menanggapi orasi tersebut, Manager PT. PMS, Paul Maruli Batubara mengatakan, apapun yang mereka orasikan pihak PMS sudah siap dengan berbagai data dan kelengkapan izin jelas.

“Kami siap dengan semua apapun. Memang banyak kekurangan dari kami. Tapi setelah ada perombakan managemen kami mulai melakukan pembenahan lingkungan, dengan berbagai izin dan sesuai data. Semuanya sudah kami pegang,” pungkas Paul. (RM2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here