Tabut Muharam Digelar Selama 10 Hari Berturut-turut

0
50

Bengkulu, TerasNusantara.com
Perayaan tahun baru Islam bagi masyarakat Provinsi Bengkulu memiliki arti tersendiri. bersamaan dengan pembukaan Fastival Tabut 2019 yang berpusat di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu dengan gelaran Pesta Rakyat.

Perayaan tahunan Islam yang juga bertajuk perayaan Tabut muharam digelar selama 10 hari berturut-turut di Bengkulu sejak malam satu suro atau malam satu muharam hingga 10 muharam.
Dua rangkaian kegiatan digelar bersamaan.

Prosesi sakral yang digelar 17 keluarga pewaris tradisi Tabut yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu akan melakukan prosesi budaya dan adat, sementara pemerintah menggelar Festival tahunan Tabut Bengkulu.

Ketua Kerukunan Keluarga Tabut Bencoolen, Ahmad Syiafril Syahbuddin mengatakan, prosesi budaya sakral tahun ini dimulai sejak tanggal 31 Agustus dengan menggelar pengajian dan Zikir di Musala dekat komplek pemakaman Syeh Burhandudin atau Imam Senggolo di TPU Karabela Kota Bengkulu.

“Pengajian kita gelar untuk memohon izin dimudahkan dan dilancarkan sepanjang kegiatan kita tahun ini,” ungkap Syiafril di Bengkulu Sabtu 31 Agustus 2019.
Malamnya, sebanyak 17 keluarga pewaris tradisi Tabut akan melakukan prosesi Ambik Tanah.

Ada dua rombongan besar yaitu keluarga Tabut Imam yang melakukan prosesi ambik tanah di kawasan Pantai Nala. Satu rombongan lagi yaitu keluarga Tabut Bangsal melakukan ambik tanah di bawah Benteng Marlborough.

Sebelum berangkat menuju lokasi Ambik Tanah, para pewaris tradisi ini akan berpamitan dengan Raja Agung atau Gubernur Bengkulu sebagai pemimpin daerah ini di Balai Raya Semarak Bengkulu. Dua sisi perayaan ini berjalan masing-masing tetapi saling beriringan. Tradisi budaya tetap dijalankan sesuai adat dan kebiasaan turun temurun, pesta rakyat juga berjalan dengan konsep modernisasi.
Pembukan Festival Tabur 2019 dibuka langsung secara resmi oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

“Alhamdulillah festival Tabut tahun ini masuk ke dalam Calender of event wonderfull Pesona Indonesia,” kata Rohidin di lapangan merdeka Kota Bengkulu, Sabtu, malam. Gubernur mengapresiasi kerja Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bengkulu atas tanggung jawab dalam menjaga spiritual acara Tabut.

Menurut Rohidin, Festival Tabut menjadi media silahturahmi bagi seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Festival dapat berjalan dengan baik karena menyuguhkan kebudayaan yang indah bagi masyarakat hingga wisatawan asing.

“Saya yakin event ini akan semakin semarak, dan semakin besar. Semoga tujuan Festival Tabut kedepannya sesuai dengan yang diharapkan pemerintah,” katanya. (Anca/RM2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here