A. Syartoni: Proyek Rest Area 1 Listrik Ditarik PLN

0
213

Kepahiang, TerasNusantara.Com- Proyek Bangunan Rest Area 1 Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora), Kepahiang yang telah Menghabiskan dana Anggara sebesar Rp. 1. 308.651.000 Kontraktor Pelaksana Cv. Agra Jaya Konstruksi dengan waktu pelaksanaan 15 Agustus 2018 sd 27 Desember 2018 atau 135 hari kalender. Proyek ini pelaksaan di awasi oleh Pihak Datun kejaksaan Negeri Kabupaten Kepahiang. Bangunan yang terkesan terbengkalai dan mulai rusak disetiap sudutnya, Bangunan ini berada di Desa Air Sempiang Kecamatan Kabawetan.

“Semua bangunan yang ada dalam kondisi rusak, mulai dari plafon yang pecah dan berlubang, instalasi listrik yang rusak serta tidak ada bola lampu sama sekali, bangunan terkesan sangat dipaksakan tanpa pertimbangan manfaat. Yang lebih menarik lagi adalah Kegiatan Pembanguan di Rest Area 1 ada toilet dengan 6 pintu yang tidak dilengkapi fasilitas air sama sekali baik itu sumur atau PDAM tetapi ada Tower Air beserta pipa yang hanya di tanam di tanah seolah olah jika dilihat dari luar pipa tersebut disambungkan dengan galian sumur bor, Toilet dan penampungan air Tetmond, Stager dan pipa yang salah satunya ditanam ke tanah menyambung ke tetmond dan satu pipa yang masuk ke toilet tersebut tidak ada airnya, karena memang tidak ada sumber air seperti sumur bor atau sumur biasa, jadi kami beri isiatif mengangkut air agar toilet tetap bersih dan bisa digunankan,”

Pejabat Pelaksaan Tehknis Kegiatan (PPTK), Proyek Pembangunan Rest Area 1 saat Dikonfirmasi Selasa 17/09/2019 di ruang kerjanya Kepada Wartawan “Mengatakan Bahwa Proyek tersebut masih tanggung Jawab Pihak Ke lll dan Proyek tersebut sudah serah terima tahap pertama Kepada pihak Dinas”.

Lanjut PPTK “Kalaw untuk Listrik sudah dicabut PLN karena nunggak, Kalaw Kontraktornya Agus sampai A. syartoni, Kita di Kepahiang ngak ada kontraktor yang kabur-kaburan”. Sampai PPTK dengan Nada Sedikit gemetar.

Ditambahkannya lagi “nanti setelah selesai semua urusan bangunan rest area yang Listriknya tersebut diserahkan kepihak BUMDES sesuai dengan Perda saat ini masih menunggu perdanya keluar”. Jelas PPTK. (RM2/TARMIZI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here