Audit Dana Korpri Molor, Harun Dinilai Kurang Profesional

0
168

Kepahiang,TerasNusantara.Com – Lebih dari Tiga Minggu jadwal penyelesaian audit dana Korpri belum juga selesai. Padahal Awalnya Inspektorat Kepahiang, Harun Selaku Inspektur menjadwalkan penyelesaian audit bisa diambil pada Senin 10 September 2019, namun hingga tanggal 25 September ini hasil yang dijanjikan tak kunjung selesai, alias molor dari janjinya bahkan beberapa kali saat dicoba untuk dihubungi oleh rekan-rekan media Pimpinan Kantor Inspektorat Kepahiang terkesan Menghindar. Entah alasan apalagi yang membuat Harun berusaha menghindar dan terkesan menutup-nutupi polemik dibalik audit dana Korpri tersebut.

Mungkinkan karena audit yang dilakukan menemui jalan buntu atau emang audit dana Korpri yang terindikasi hilang tersebut memang tidak ingin diselesaikan alias dianggap tidak ada masalah lantaran tidak ada laporan keberatan ASN sama sekali ke aparat penegak hukum.

Aktifis LSM LPKPK Tarmizi menyayangkan lambatnya penyelesaian audit yang dilakukan pihak inpektorat dalam menuntaskan ketidak jelasan atas dana milik Korpri Kepahiang.

“Kita sangat menyayangkan tindakan kucing-kucingan antara awak media dengan pihak Inspektorat Kepahiang, dan Harun tidak profesional karena beberapa kali didatangi sejak janji kepala inspektorat Harun kepada media sekitar 3 minggu yang lalu hingga hari ini terkesan dibuat molor, padahal pada tanggal 3 September Harun menegaskan bahwa hasil audit bisa dibeberkan ke media pada senin berikutnya sekitar tanggal 10 September, namun hingga 25 September jangankan hasil audit, ketemu saja dengan kepala Inspektorat tidak bisa”, ujar Tarmizi.

Lanjut Tarmizi, molornya hasil audit ini seperti disengaja, pasalnya pada tanggal 3 September yang lalu, hasil audit awal sudah pada tahap 70 persen hanya menunggu hasil print out dari Bank BRI untuk 2014 hingga 2016. Seperti dijelaskan oleh Harun saat itu bahwa pihaknya telah mengambil sedikit kesimpulan yaitu, menyimpulkan pertama penarikan dilakukan oleh Bendahara sekretariat Korpri dengan bukti penarikan ditanda tangani oleh Bendahara atas nama Irda Ningsih dan Sekretaris Korpri lama atas nama Herawati S.Sos.

Kedua pada tahun 2017 penarikan tetap dilakukan oleh Bendahara sekretariat Korpri dengan bukti penarikan ditanda tangani oleh Bendahara atas nama Irda Ningsih dan Sekretaris Korpri lama atas nama Hera Wati S.Sos, meskipun sudah terjadi pengantian Sekretaris Korpri. Ketiga spesimen pada BRI Kepahiang Unit I belum berganti pada saat penarikan masih menggunakan nama pengurus lama yaitu Herawati dan Irda Ningsih.

“Dan data pengeluaran pun sudah terekap rapi, dengan total yang jelas walau tidak keseluruhan tahun sudah diprint out oleh BRI, ini menjadi sangat aneh hingga 3 minggu janji penyelesaian molor”, papar Tarmizi. (25/9) Kepada Wartawan
Sesuai data awal yang diberikan Inspektorat, Tarmizi mengatakan itu sangat sudah jelas, bahkan rekapan anggaran yang digunakan pun sudah ada, sehingga dari angka 335 juta menjadi 8 juta saat diprint out ulang oleh Sekretaris pengganti herawati yaitu Hafizah.
“Data yang diperlihatkan ke saya waktu itu adalah data penggunaan anggaran tahun 2016 dan 2017”, katanya.

Dibeberkan Tarmizi data yang dimaksud adalah data penggunaan anggaran dengan rincian 2016 dan 2017 sebagai berikut:
Data Penarikan Rekening Sekretariat Korpri Kabupaten Kepahiang Tahun 2016, 4 Mei kegiatan Korpri 4.000.000 cash, 17 Mei cash 9.800.000, 20 Mei kegiatan Korpri 5.800.000, 26 Mei cash 25.000.000, 14 Juni kegiatan Korpri 25.000.000, 27 Juni kegiatan Korpri 50.000.000, 4 Agustus kegiatan Korpri 15. 000.000, 8 Agustus HUT Korpri 100.000.000, 24 Agustus kegiatan Korpri 20.000.000, 2 September kegiatan Korpri 20.000.000, 22 September kegiatan Korpri 6.000.000, 13 Oktober cash 3.000.000. Jumlah tahun 2016 Rp 283.600.000.
Catatan: Januari kosong, Februari kosong, Maret kosong, April kosong, Juli kosong, November kosong, Desember kosong.

Untuk tahun 2017: 3 Februari cash 5.000.000, 14 Februari cash 5.000.000, 9 Maret cash 8.000.000, 12 April cash 5.000.000, 28 Juli kegiatan Korpri 10.000.000, 25 Agustus cash 6.250.000, 14 September honor advokad 11.800.000, 27 Oktober cash 8.000.000, 8 November kegiatan Korpri 4.000.000, 7 November kegiatan HUT Korpri 2 Juta. Jumlah tahun 2017 Rp 65.050.000.
Catatan: Januari kosong kegiatan dan pengeluaran, Mei kosong, Juni kosong, Desember kosong

“Pada tahun 2016 ada tujuh bulan Korpri tidak melakukan kegiatan apapun dan penarikan dana pada tahun 2016. namun pengeluaran membengkak menjadi 283.600.000, sementara di tahun 2017 tiga bulan Korpri tidak melakukan kegiatan dan penarikan dana dan pengeluaran hanya pada angka 65.050.000. Tidak kah pihak APH tertarik akan kejanggalan ini, atau memang harus ada pelapor disini?” tanya Tarmizi.

Selain itu ada keterangan tambahan di rekapan tersebut, yaitu penarikan dilakukan oleh Bendahara sekretariat KORPRI dengan bukti penarikan ditanda tangani oleh Bendahara atas nama Irda Ningsi dan Sekretaris KORPRI lama atas nama Herawati S.Sos. Pada Tahun 2107 Penarikan tetap dilakukan oleh Bendahara sekretariat Korpri dengan bukti penarikan ditanda tangani oleh Bendahara atas Nama Irda Ningsih dan Sekretaris Korpri lama atas nama Hera Wati S.Sos, meskipun sudah terjadi pergantian Sekretaris Korpri.

Spesimen Pada BRI Kepahiang Unit I belum berganti pada saat penarikan masih menggunakan nama pengurus lama. “Kita berharap pak Bupati pun ikut melihat ini, karena ini uang milik ASN yang berada di bawah pimpinan beliau”, Katanya . (RM2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here