Rustam Ependi: Beberapa Dugaan Korupsi di Kepahiang Akan Kita Bawa Ke Jakarta

0
334

Bengkulu,TerasNusantara.Com– Ketua Pengurus Harian Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Front Pembela Rakyat (FPR), Rustam Ependi mengatakan Kepada wartawan Selasa 01/10/2019. Sebagai alat Kontrol Sosial Masyarakat serta selaku Ormas yang ada di Propinsi Bengkulu pihaknya tidak akan tinggal diam dengan indikasi pendiaman semua kasus yang ada di Kepahiang, mereka akan melakukan aksi anti korupsi dan akan melaporkan lagi kasus kasus yang ada langsung ke Jakarta, baik itu ke Mabes Polri, Kejagung bahkan langsung ke KPK.

“Saya lihat saat ini banyak laporan kasus indikasi korupsi yang kita laporkan ke APH seolah olah hilang tanpa jejak, seperti kasus pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai yang menelan anggaran 1.125 Milyar hingga kasus kasus pembangunan serupa Rest Area. Dimana sudah ada pemanggilan oleh pihak Polda sesuai dengan pengakuan Kadis Pariwisata dan tim pembangunan Rest Area namun tidak ada kelanjutannya, saya akan terus pantau ini, selain itu indikasi korupsi berjamaahpun yang dilakukan para oknum anggota DPRD, ada indikasi OTT yang senyap bahkan pemotongan liar anggaran di sebuah instasi Keuangan daerah yang dilakukan secara terus menerus pun akan kita bongkar,” tegas Rustam.

Rustam berharap semua rekan rekan media, LSM, Ormas dan lainnya ikut kembali gencar melakukan aksi dan pemberitaan terkait indikasi korupsi yang dilakukan, jangan hanya diam saja karena negara ini sudah kembali membutuhkan aksi nyata para pemuda, jangan biarkan negara hancur secara perlahan, jika tahu maka laporkan, di tindaklanjuti apa tidak oleh pihak terkait itu sudah menjadi tanggung jawab pihak mereka.

“Saya mulai merasa sangat aneh banyak temuan namun hening, banyak kasus namun daerah dapat WTP, penilaian dari sudut mana ketika pembangunan sama sekali tidak tampak, yang ada adalah masalah dari hari ke hari, benar penutup dan pengalihan masalah bisa saja dilakukan, disini tugas kita sebagai Media, LSM dan ormas untuk menyuarakannya, biar masyarakat tahu dan sadar bahwa saat ini daerah kita sudah mulai sekarat,” papar Rustam

Untuk diketahui Proyek pembangunan Rest Area I ini bersumber dari APBD Kabupaten Kepahiang Tahun 2018 yang menelan Anggaran Rp. 1.308.651.000 di kerjakan oleh CV. Agra Jaya Konstruksi dengan waktu pelaksanaan 15 Agustus 2018 sd 27 Desember 2018 atau 135 hari kalender. Pekerjaan memakan waktu yang telah lewat dari batas kontrak sebab pada januari 2019 pekerjaan bangunan ini belum selesai. (Tarmizi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here