Diduga Melawan Hukum, Pungutan Mencapai Milyaran rupiah SMA N 2 Manna dilaporkan Kampak.?

0
930

Bengkulu Selatan, Terasnusantara.com- Adanya Laporan dan Keluhan Masyarakat atas merasa terbebaninya dengan Pungutan bulanan maupun Pungutan siswa kelas tiga (XII) dalam Persiapan Menyambut ujian akhir dengan dasar Keputusan Rapat Komite dan Orang Tua siswa menjadi Pertanyaan Banyak pihak.

Sebagaima dianggap tidak sejalan Program Pendidikan yang dijalankan oleh Pemerintahan Pusat maupun Daerah dalam Memajukan Pendidikan melalui Program Dana BOS dan BOSDA dimana secara tekhnis dan Penggunaannya telah tertuang dalam Aturan yang bersifat Mengikat,dan Tegas.

Sangat diharapkan mampu mengatur berjalannya proses sistem pendidikan Nasional yang dalam Proses operasional Kegiatan Belajar mengajarnya Para Orang Tua Siswa sudah Tidak Perlu cemas Memikirkan Biaya Pendidikan Anak,karena sudah tidak ada lagi Pungutan oleh pihak sekolah sebagaimana yang telah diatur Permendikbud no 60 Tahun 2011,Permendikbud no 44 Tahun 2012,Permedikbud No 51 Tahun 2018 dan beberapa Aturan yang bersifat mengikat lainnya.

Namun Modus hasil rapat orang Tua siswa dan Komite sekolah kerap digunakan sebagai Dalih oleh Pihak sekolah untuk melakukan Pungutan kepada orang Tua siswa,sedangkan dalam Permendikbud no 75 Tahun 2016 Tentang Komite sangat jelas dan Tegas tentang Tupoksi dan Larangan Pihak komite sekolah.
Indra Pardede selaku sekjend DPN.LSM.KAMPAK RI(Komite Anti Mafia Peradilan dan Korupsi republik Indonesia)Kepada awak media ketika dijumpai dikantornya di Grand Galaxi blok RRG 9 No.39 Kota Bekasi menjelaskan,Kami sangat menyayangkan Besarnya biaya Pendidikan di Daerah Bengkulu selatan,Seperti Halnya di SMA N 2 Bengkulu selatan,berdasarkan Data yang Kami miliki satu Tahunnya dari Iuran yang didapatkan dari para orang Tua siswa,Pihak sekolah bisa mengumpulkan mencapai milyaran Rupiah dan itu belum ditambah dari kegiatan kegiatan lain seperti Uji coba UNBK,kegiatan Perpisahan kelulusan siswa dan sebagainya ini juga mencapai ratusan juta rupiah.dan tentunya ini sangat memberatkan orang tua siswa.dan Kami sudah melaporkannya Kepada salah satu Instansi Penegak hukum yang berada diProvinsi Bengkulu,dan saat ini kami sedang menunggu titik terang Kepastian Hukumnya akan hal ini,dan akan tetap Kami kawal,dan tidak menutup kemungkinan akan kami Tingkatkan ke jenjang yang lebih Tinggi(Pusat)bilamana Prosesnya terkesan lamban.

Dengan tetap mengkedepankan Azas Praduga Tak bersalah Kami Menduga ini Adalah Perbuatan melawan Hukum atas perpres No 87 Tahun 2016 Tentang Saber Pungli ,dan merupakan Bentuk menyalahgunakan jabatan, dan atas tindakan tersebut melanggar Pasal 423 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Begitu pula jika dikaitkan dengan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang melakukan pungutan dapat diancam dengan hukuman paling singkat empat tahun dan denda paling banyak 1 miliar rupiah.Nanti Tinggal kita lihat bagaimana seperti apa Prosesnya,kami Percayakan Pada Pihak yang berwenang dan berkompeten dan tentunya dalam hal ini tempat kami melaporkannya.dan Akan tetap kami kawal hingga Tuntas tambah Bang Indra Sapaan Akrabnya.

Sebagaimna dilansir dalam pemberitaan selanjutnya Ketika dikonfirmasi ke Pihak sekolah melalui kepala sekolah H.Sudisman Tidak bisa menjelaskan Konsideran dari segala kebijakan yang telah ditetapkan secara Hirarki perundang undangan Republik Indonesia hingga surat edaran dari dinas yang terkait pun juga tidak ada,semua hanya merupakan hasil rapat komite sekolah dan orang Tua siswa,Demikian halnya ketika dikonfirmasi kepada Ketua komite SMA N 2 Manna Amir Sofyan ketika dikonfirmasi kekantornya didinas Perikanan Bengkulu selatan menjelaskan kalau Komite sekolah dalam hal ini sifatnya hanya menjembatani dan pengelolaan Anggaran ada pada bendahara Pembantu dan Pihak sekolah.

Hal senada disampaikan oleh salah satu Penggiat Anti Korupsi dibengkulu selatan Dedi Rahmadi Sangat Mengapresiasi Kebijakan Bupati Bengkulu selatan Gusnan Mulyadi yang Melarang adanya Pungutan bagi Pihak sekolah Mengingat Besarnya Anggaran BOSDA setiap Tahunnya Mencapai Milyaran rupiah sebagai Pendamping BOS APBN untuk menunjang sistem Pendidikan diBengkulu selatan.

Bahkan beliau mempublish Nomor Pribadinya untuk Merespon segala bentuk Pengaduan dan keluhan masyarakat dalam hal terbebaninya Para Orang Tua siswa atas Pungutan yang ditetapkan oleh Pihak sekolah Ujar Dedi sapaan Akrabnya.

Harapan Masyarakat Bengkulu selatan Semoga Kedepannya Mutu Pendidikan dikabupaten Bengkulu selatan jauh lebih baik lagi,Masyarakat dalam hal ini orang Tua siswa sudah tidak perlu resah memikirkan biaya bulanan untuk Pendidikan Anak bersekolah,adanya Pengawasan yang lebih Intens dan Extra dari semua Pihak Atas Jalannya Proses Pendidikan didaerah kabupaten Bengkulu selatan Provinsi Bengkulu. (Sulaiman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here