Bunda Millenial Turun ke Jalan di Hari Ibu ke-92 Bagi-bagi Bunga, Masker dan Nasi Boks

0
154

Teras Nusantara (Jakarta) – Bagi-bagi 1000 bunga, masker dan nasi boks dilakukan Komunitas Bunda Millenial se-Jabodetabek untuk merayakan Hari Ibu ke-92. Mereka pun turun ke jalan langsung di perempatan lampu merah Pegangsaan Timur (depan Metropole Megaria), Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2020).

“Pada intinya kami merasa bersyukur sebagai ibu. Meski bukan generasi Millenial, namun kami masih bisa berbagi dengan,” ungkap Ketua Umum Bunda Millenia, Sisca Rumondor dalam jumpa pers, sebelum membawa 25-an anggotanya dari masing-masing perwakilan se-Jabodetabek turun ke jalan.

Menurut Sisca bahwa dalam aksi sosial kali ini sekaligus mengkampanyekan program Pemerintah, yakni 3 M (Pakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak). Supaya tetap sehat dan aman dari bahaya pandemi COVID-19 yang masih mengancam kehidupan masyarakat.

Dalam menanggapi langkah Pemerintah yang akan menggratiskan vaksin kepada masyarakat, Bunda Millenial menyambut baik. “Itu luar biasa banget. Kami juga siap divaksin. Tujuannya agar kita sehat. Namun begitu, sebaiknya Pemerintah segera melakukan sosialiasi ke masyarakat,” jelas dia.

Komunitas Bunda Millenial yang lahir pada 18 Oktober 2018 tersebut, sangat berharap bahwa pada awal 2021 mendatang COVID-19 semakin berkurang dan pada akhirnya akan tuntas hilang. “Karenanya, kami dari Bunda Millenia, ingin mengajak masyarakat agar patuh protokol kesehatan 3 M,” papar Sisca lagi.

Begitu selesai membagi-bagikan bunga dan masker yang disambut hangat para pengendara mobil dan motor, Komunitas Bunda Millenia melanjutkan aksi sosial berikut. Mereka mendatangi sejumlah rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Selain itu ke RS swasta lain di sekitarnya.

“Setelah bagi-bagi bunga dan masker, kami langsung mendistribusikan 1000-an nasi boks. Baik ke para pegawai di RSCM maupun ke beberapa RS swasta lain. Termasuk pula kepada masyarakat umum seperti sopir bajay, petugas kebersihan dan para pedagang K-5. Mereka yang umumnya terdampak pandemi COVID-19,” kata Sisca Rumondor, menutup obrolannya. (Abdul rohman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here